Nokia E90, Komunikator Terbaik Yang Pernah Ada
Harga : Rp 15.000.000,-
Jaringan : HSDPA + Quadband GSM (850/900/1800/1900 MHz)
Sistem Operasi : Symbian OS v9.2 S60 rel. 3.1
Prosesor : ARM kecepatan 330 MHz
Dimensi/Berat : 132 x 57 x 20 mm / 210 gram
Layar : TFT 16 juta warna (layar dalam dan luar)
Ukuran : 800 x 352 piksel (layar dalam), 240 x 320 piksel (layar luar)
Memori : 128 MB (shared memory) + slot microSD
# 10 Tahun, 11 Komunikator
Mungkin tak banyak yang mengetahui bahwa usia Komunikator telah 10 tahun, sejak diperkenalkan Nokia di tahun 1997. Selama 10 tahun itu, telah hadir 10 Komunikator dan E90 merupakan yang kesebelas. Nomor 11? Ya, jumlah yang banyak tentunya. Tapi jangan bingung, karena tak seluruh Komunikator itu edar resmi di
Indonesia (ini seingat kami, siapa tahu ada yang terlupakan).
Yang paling populer sebelum kedatangan E90 tentunya 9210 dan 9210i, diikuti 9500, 9300, 9300i. Tapi jangan pula lupa dengan 9000 yang merupakan produk awal dan 9110. tiga lainnya, 9000i, 9110i, dan 9290, seingat kami tak mampir di pasar
Indonesia (kecuali kalau selundupan).
Selama 10 tahun itu, Nokia suskses tak hanya membangun ‘image’ dan brand awareness, tetapi juga komunitas Komunikator. Bahwa pengguna Komunikator telah memiliki identitas tersendiri di antara pengguna ponsel lainnya. Perkara yang menggunakannya ‘gaptek’, tetap saja pandangan orang terhadapnya dianggap sebagai orang sibuk, banyak duit dan mudeng teknologi.
Dari segi performa, selama 10 tahun itu, Komunikator terus mengalami perkembangan. Uniknya, selalu saja ada masalah di setiap Komunikator. Sewaktu 9210 meluncur di tahun 2001, itu merupakan Komunikator pertama yang bersistem operasi Symbian tapi anehnya tanpa bluetooth dan tiada GPRS. Perlu menanti hingga tiga tahun (2004/2005), yakni pada 9500. pengguna Komunikator baru bisa berinternet dan koneksi nirkabel terbatas bluetooth.
Tapi bukan berarti 9500 paten, Komunikator pertama berkamera itu, punya performa lamban (maklum kecepatan prosesornya hanya 150 MHz). tak hanya itu, resolusi kamera VGA dianggap sebagai ala kadarnya. 9300 dan 9300i kemudian dimunculkan tanpa kamera, mungkin niatnya mengembalikan Komunikator ke asal, yakni sebagai perangkat serius pendukung pekerjaan. Tapi tetap saja keduanya tak maksimal karena performa lamban.
Sejarah biasanya berulang. Presiden pertama turunnya ‘gak enak, maka yang kedua biasanya melalui jalan yang sama. Tapi untuk Komunikator perulangan sejarah berhenti hingga di 9300i, sejarah tak berlaku pada E90. Lamban? Tentu saja tidak. Cuma buat urusan serius? No way.
Bagi kami E90 merupakan handset impian pada pengguna Komunikator sebelumnya. Kalaupun mau dicari-cari kelemahannya, cuma ada pada kamera CMOS 3,2 megapiksel yang bukan buatan Carl Zeiss. Tapi, sungguh, itu bukan kelemahan. Apalagi bagi anda yang merupakan pecinta Komunikator. Kapan ya, N-Gage dibuat pengembangan ‘full’ seperti E90. Lho, koq larinya ke N-Gage? Maaf, yang ini Cuma mimpi seorang N-Gage mania. =)
# Desain
Sekilas, tak banyak perubahan dari satu Komunikator ke Komunikator lain. Kesannya hanya beda bahan kasing dan warna. Tapi kalau dipahami secara seksama, terjadi pengembangan signifikan dari segi desain hingga ke E90. Semakin enak di tangan, itulah respon pertama kami begitu menimang pertama kali E90 (bukan dummy-nya). Bahan yang sama seperti pada N73 ditemukan di material E90. hanya saja pada N73 tidak menyeluruh (dua pertiga depan ke belakang).
Fleksibilitas yang menjadi persoalan utama stabilitas, coba dipecahkan dengan menempatkan penghubung yang lebih kuat. E90 memang paling solid dibandingkan dengan Komunikator lainnya. Pada kondisi terlipat, layar luarnya yang lebar (resolusi 240 x 320 piksel) tampak jernih dan memuaskan mata.
Maklum jenis yang digunakan TFT 16 juta warna. Di atas layar terdapat speaker untuk telepon. Agak ke kanan tampak tombol on/off.
Di bawah layar, seperti biasa, susunan tombol navigasi lima arah yang dikelilingi dua tombol pintas, tombol ‘c’, tombol ikon hijau dan merah, serta tombol menu. Ke bawah lagi terdapat keypad yang cukup besar. Ngetik sms di keypad depan E90 sungguh memuaskan.
Masih dalam keadaan bodi terlipat/bertumpuk, pada sisi bawah merupakan pusat slot.
Ada slot kabel data USB, slot charger dan slot earphone/handsfree. Di bawah slot agak ke belakang, jangan lupakan pula hot swap kartu memori microSD.
Di sisi kanan bodi, dari bawah ke atas, tampak shutter kamera, port infra merah, dan tombol rekam suara langsung. Pindah ke bagian belakang, tampak kamera 3,2 megapiksel yang ditemani lampu kilat. Di dekat bagian itu pula, tampak dua speaker. Ini patut disayangkan, karena biasanya dua speaker dengan posisi berdekatan tidak menghasilkan keluaran suara maksimal. Apa benar demikian? Silahkan cek di pembahasan Audio Player.
Sekarang saatnya ‘membelah’. Silahkan buka lipatan E90. Seperti biasa, layar lebarnya di bodi bagian pertama, sedangkan keyboard QWERTY di bagian kedua. Susunan yang semakin memudahkan karena bentuk dan responnya pun terasa pengembangannya. Sebagai ponsel berjaringan HSDPA, E90 tentu saja bisa melakukan komunikasi tatap muka. Kamera kedua tidak berada di luar, melainkan di sisi kiri layar dalam. Untuk itu, kalau mau melakukan video calling, jangan pernah lupa untuk membuka ponsel.
Lipatan E90 seperti pada 9300/9300i bisa dibuka hingga sejajar antara bodi pertama dengan yang kedua. Tidak ‘oglek’ dan tidak pula ringkih.
# Aplikasi Kantoran
Aplikasi yang satu ini tak perlu diragukan. Sayangnya, pengembangan aplikasinya tidaklah banyak. Bisa tulis dalam format *.doc dan *.xls, tetapi tetap belum bisa membuat pada QuickPoint dan PDF alias hanya membuka saja.
Untuk urusan konektivitas terasa pengembangannya, khususnya pada bagian Wi-Fi. Koneksi terkategori lengkap.
Aplikasi kantoran yang penting lainnya adalah AirFax untuk kirim dan terima faksimili, DataMover untuk pindah data, sinkronisasi. E90 juga bisa menggunakan wireless keyboard. Langsung print dengan menggunakan socket, bluetooth maupun infra merah. Terdapat pula beragam pilihan kertas, selain orientasi cetak, mau landscape atau potrait. Khusus pada bagian printer, telah disertai langsung dengan software khusus printer Hewlett Packard (HP).
Jangan pula dilupakan kemampuan berkomunikasi secara telekonferensi, konverter, kalkulator, Zip dan PDF. Dengan kata lain, sebagai perangkat untuk mendukung pekerjaan sekaligus digital asisten, E90 memang sangat bisa diandalkan.
# Kamera
Untuk memotret, ponsel harus dalam keadaan tertutup (terlipat). Dengan kata lain, kamera kedua yang berada di bagian dalam, tidak bisa digunakan untuk memotret.
Sebagai ponsel high end, E90 diperkuat oleh kamera dengan fitur pendukung di atas rata-rata. Terdapat pilihan resolusi pada setting. Yang tertinggi adalah 3 megapiksel yang bisa dicetak di atas kertas ukuran 25 x 20 cm.
Selain itu, masih ada mode pengambilan gambar dengan delapan pilihan, setting lampu kilat dengan empat pilihan, timer dengan empat pilihan, ISO (sensitivitas cahaya) dengan empat pilihan, colour tone, keseimbangan putih, eksposure, kontras dan sharpness.
Kamera foto itu, tentu saja bisa diubah menjadi kamera video. Resolusinya pun tak bisa dianggap remeh, yakni VGA dengan 30 fps. Pada pilihannya disebut sebagai kualitas seperti tayangan TV (TV High Quality).
Dengan fitur pendukung seperti tu, baguskah hasil foto dan rekam video E90? Untuk pemotretan luar ruang, emang bagus. Sayangnya tidak ketika memotret dalam ruang atau kondisi cahaya minim. Apa sebabnya?
Hasil foto yang kurang cahaya akan menimbulkan efek bintik. Ini patut disayangkan, karena E90 memiliki autofocus. Lampu kilat tak membantu? Pada kondisi tertentu memang mebantu, tetapi ketahuan dari hasilnya yang tidak natural.
Secara keseluruhan untuk fitur kamera, E90 masuk kategori cukup. Sayang memang tidak menggunakan optik Carl Zeiss. Jadinya seperti ponsel 2 megapiksel Nokia macam 6280. Toh, resolusi kamera E90
kan lebih besar. Ini pendapat kami, optik Carl Zeiss tak disertakan, mungkin, bakal menambah mahal harga E90.
Tapi kalau kesempuarnaan yang dicari kenapa tidak? Apalagi jika menilik N95 yang resolusinya 5 megapiksel dengan produk kamera Carl Zeiss.
# Audio Player
Di bagian desain, kami menyebutkan bahwa dua speaker yang dimiliki E90 untuk kepentingan musik, diletakkan pada posisi berdekatan, bagaimana keluaran suaranya? Paten! Tapi ada syaratnya, ketika mendengarkan musik tanpa earphone, tempatkan ponsel dalam keadaan terbalik. Jika tidak, kurang maksimal karena speakernya agak tertutup bodi.
Seperti fitur maupun aplikasi lainnya, perangkat musi bisa diakses dari layar luar maupun dalam, sama enaknya. Tak ada lamban maupun sulit. Berada dalam folder media, perangkat musik punya tampilan sederhana. Tombol navigasi berfungsi sebagai pemutar. Tengah (Tombol arah kelima) sebagai play/pause, tombol arah atas untuk skip kiri, arah bawah buat skip kana dan tombol arah kanan kiri untuk pengatur volume. Sederhana dan memudahkan.
Untuk menghasilkan suara sesuai selera, disediakan fitur pendukung berupa ekualiser . tidak selengkap N95 atau 3250, tapi tak masalah koq. Keluaran suaranya oke punya dengan karakter yang mengedepankan suara tengah (vokal). Pilihan ekualiser pada bass booster, tetap yang menonjol adalah suara tengah dengan suara tinggi (treble) dan rendah (bass) berimbang.
Kami menempatkan sejumlah lagu berformat MP3 dengan kompresi 128 kbps dari berbagai genre, mulai yang super keras seperti Betrayer dari Kreator dan Ace Of Spades (Motorhead). Keluaran suara tetap solid, meski untuk suara instrumen musik kalah detail dibandingkan vokal. Volume diposisikan maksimal, tak ada pengurangan kualitas dari keluaran suara.
Soliditasnya patut diakui. Ketika digunakan untuk mendengarkan lagu balada seperti Never Ending Nightmares (McAuley-Schenker Group) atau yang slow tapi tekno, yakni Life in Mono, nuansa lagunnya ‘kena’. Dengan kata lain, keluaran suara E90 bagi kami sebanding dengan N73 tetapi masih di bawah N95. Oh iya, mendengarkan musik dengan earphone sudah lebih mantap lagi.
Sebagai ponsel canggih, lagu yang sedang mengalun bisa ditempatkan sebagai background. Setelah itu, silahkan buka fitur lain, semisal mengetik pada QuickWord atau mengecek hasil karya melalui AdobePDF atau bahan presentasi pada QuickPoint, tak ada masalah. Performa tak berpengaruh. Musik mengalun dengan mantap, loading fitur lain berjalan lancar. Fitur musik itu, diperkuat dengan keberadaan FM Radio.
# Kesimpulan
E90 merupakan smartphone dengan kekuatan pada kemampuan sebagai pendukung pekerjaan, kemampuan asisten pribadi, baru setelah itu sebagai perangkat entertainment. Jangan pernah sekali-kali, E90 sebagai handset untuk hiburan. Kendati dipersenjatai kamera 3,2 megapiksel, punya audio player dengan keluaran suara paten, asyik buat internet plus disertai berbagai aplikasi, terlalu naif jika mencari hiburan dari E90.
Begitu juga bila anda membeli E90 karena trend atau terpengaruh teman. Dengan harga yang melonjak hingga Rp 15 juta, merupakan tindakan mubazir, membeli E90 tapi hanya empat atau
lima fitur yang tergunakan.
Ketika anda kerap terkoneksi dengan internet, berkubang bersama data dan tabel yang siap diketik, bergelimang dengan proposal yang siap dipresentasikan, sering berkomunikasi dengan berbagai orang di berbagai tempat, suka berkeliling daerah maupun negara, nah saat itulah anda wajib memiliki E90. tak perlu pikir panjang, karena E90 sudah tentu akan meringankan beban anda, akrena bakal menjadi teman yang baik.
Seru ketika diajak serius, menyenangkan sewaktu menikmati waktu senggang. Satu lagi, tidak menyebalkan ketika masa-masa ‘hectic’ (sibuk) sedang menimpa anda. Kalau sudah begitu, Rp 15 juta pun terasa masuk akal dan keinginan untuk jual beli tentu saja tidak ada.


Http://www.aliflayla.wordpress.com
Kapan ya harganya turun jadi satu juta ? said this on October 23, 2008 at 2:28 pm
kapn harganya turun ampe 500.000 cos sekarang yang buming kan BB
klise said this on November 30, 2008 at 4:11 am